Semarapura, INFO_PAS – Dalam rangka memperkuat budaya integritas dan kepatuhan dalam pelaksanaan tugas, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Klungkung mengikuti kegiatan Sosialisasi “SI PATUH IMIPAS” (Sinergi, Pencatatan atas Konflik Kepentingan, Taat Prosedur, Urus Secara Terbuka dan Hindari Penyalahgunaan) yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (14/9).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong kepatuhan dalam pengelolaan konflik kepentingan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sosialisasi juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman jajaran mengenai pentingnya integritas, kepatuhan terhadap prosedur, keterbukaan, serta pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan kewenangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pembacaan doa, laporan kegiatan oleh Inspektur Wilayah I, serta sambutan dan pembukaan oleh Inspektur Jenderal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech bertema “Pengelolaan Konflik Kepentingan sebagai Fondasi Pelayanan Publik yang Bersih dan Reformasi Hukum yang Berkelanjutan”, serta penandatanganan Komitmen Pengelolaan Konflik Kepentingan oleh Kantor Wilayah Piloting Project.
Memasuki agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi secara panel dari Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan konflik kepentingan, penguatan budaya kepatuhan sebagai bagian dari nilai ASN BerAKHLAK, serta strategi peningkatan indeks integritas.
Lanjut di kolom komentar 👇🏻
1d
Dalam arahannya, Inspektur Wilayah I menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kepatuhan jajaran dalam mengenali serta mengelola potensi konflik kepentingan. Pengelolaan konflik kepentingan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja dan integritas setiap pegawai dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Klungkung, Surya Widjaya, memberikan arahan kepada jajaran agar hasil sosialisasi dapat dipahami dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Seluruh pegawai diharapkan senantiasa bekerja sesuai ketentuan dan prosedur, menjaga integritas, menghindari potensi konflik kepentingan, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Melalui kegiatan ini, Rutan Klungkung berkomitmen untuk terus memperkuat budaya integritas dan kepatuhan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Sinergi dalam integritas, taat pada prosedur, terbuka dalam pelayanan, dan bersama mencegah penyalahgunaan.”